Dinasti San Antonio Spurs: 5 Gelar Juara Dalam Waktu 16 Tahun!
Boston Celtics, Chicago Bull, dan Los Angeles Lakers adalah tiga tim besar yang paling diakui kehebatannya di era 80 hingga 2000-an awal. Semua orang bahkan tanpa ragu menyebutnya dinasti. Tentu saja karena mereka memenangkan banyak gelar juara dalam rentang waktu yang singkat. Tapi jika berbicara soal San Antonius Burs, tim yang memenangkan lima gelar juara dalam 16 tahun, nama mereka kadang masih tidak diakui bahkan diremehkan. Padahal faktanya mereka adalah tim yang paling konsisten. Dari tahun 1998 hingga 2019 mereka tidak pernah gagal masuk ke babak playoffs. Dan karena konsistensinya menciptakan pemain-pemain hebat sampai sekarang, San Antonius selalu menjadi tim yang ditakuti jika berhasil masuk ke babak playoffs. Inilah cerita di balik masa kejayaan San Antonius Push. Dari awal pertama kali ABA dibentuk sampai akhirnya merger dengan NBA, San Antonius Pur selalu menjadi winning tim. Meskipun dari 1967 hingga 98 mereka tidak pernah juara, tapi selama 31 tahun itu mereka hanya enam kali gagal masuk ke babak playoffs. Dari tahun 1976, Spurs dipimpin oleh si manusia S, George Gvin sampai ke Western Conference Finals dua kali sebelum kalah dari Los Angeles Lakers di tahun 1982 dan 83. FYI tahun itu adalah awal dinasti Showtime Lakers. Setelah Gin dirade ke Chicago Guls di tahun 1985, banyak orang mengatakan Spurs mengalami masa sulitnya karena mereka langsung kalah di babak playoffs dan sempat tidak lolos playoff sama sekali. Tapi itu adalah sebuah strategi. Strategi tanking untuk mendapatkan kesempatan draftik tertinggi di NBA draft. Dan hal itu membuat mereka mendapatkan The Admiral David Robinson dari akademi angkatan Laut Amerika di NBA draft 1987. Dan pada 1989, pelatih legendaris dari Kansas menjadi head coach baru San Antoni SPS, Larry Brown. Tidak hanya head coach yang baru, tapi Larry Brown juga membawa asisten coach-nya dari Kansas, Greg Popovic. Dan di sinilah awal mula Greg Popovic berkarir di NBA. Dari awal David Robinson bermain di Spurs, ia sudah menjadi seorang superstars yang sangat luar biasa. Dia memenangkan gelar Rooky of the Year di tahun 1990, Defensive Player of the Year di tahun 1992, dan MVP di tahun 1995. Tapi sebagai sebuah tim, meskipun mereka berkali-kali berada di peringkat 1 dan 2 wilayah barat, tapi mereka belum bisa masuk ke NBA final sama sekali. Kenapa? Karena David Robinson adalah bintang tunggal di sana. Tentu saja kesehatannya mempengaruhi kemenangan San Antonio SPS. Enggak hanya itu, budaya konsisten untuk mendevelop pemain sampai pelatih di San Antonio juga hilang begitu saja. Mereka sempat mengganti pelatih empat kali selama 6 tahun. Hal ini membuat Greg Popovic yang menjabat sebagai general manager di Spurs menunjuk dirinya sendiri sebagai head coach San Antonio di tahun 1997. Namun karena musim itu hanya tersisa 18 pertandingan dan David Robinson yang takkan keluar karena cedera punggung dan patah tulang pada kakinya, San Antonio SPS menyelesaikan musim 1997 dengan rekor terburuk dalam sejarah franchise 2062. Tapi seperti di tahun 1987, San Antonius SPS kembali mendapatkan keberuntungan first pick mereka di NB draft 1997 dan kali ini semuanya berubah. Persis seperti yang diekspektasikan tim Danken langsung bermain sangat luar biasa di Spurs. Pemain dengan julukan the big fundamental ini juga langsung mendapatkan gelar rookie of the year di musim pertamanya setelah mencatatkan 21 poin dan 11 rebon per game. Dia juga terpilih ke all stars first team all NBA dan All NBA defensive team. Bermain bersama David Robinson di pen area sebagai power forward dan center. Mereka berdua dikenal sebagai The Twin Towers. Di tahun 1999, di mana musim reguler hanya sampai 50 pertandingan saja, San Antonius Spurs yang dipimpin oleh dua menara ini memenangkan 37 pertandingan menjadi yang tertinggi di NBA. Dan sama seperti di reguler season, dominasinya di playoffs wilayah barat juga sangat kuat. Babak 8 besar semifinal sampai final wilayah barat semua diselesaikan dalam empat pertandingan. Ditambah lagi dengan game winner shot dari Sean Elliot yang akhirnya membuat Spurs masuk ke NBA Finals untuk pertama kalinya. Di NBA Finals, Spurs juga menghabisi New York Nix dalam lima pertandingan dan mendapatkan gelar juara untuk pertama kalinya. Tim Dunken yang masih baru 2 tahun di NBA juga menjadi finals MVP setelah mencetak 27 poin, 14 rebound dan dua blok per game di NBA Finals. Fun fact, San Antonio Spurs di tahun itu bisa dibilang adalah ner team. Mereka memiliki grup yang bernama IBM Geng yang selalu membawa laptop ke mana-mana untuk bermain Starcraft. setelah latihan di bus, di hotel, bahkan di pesawat. Dan setelah mereka menjuarai NBA, tidak seperti tim-tim lain yang bermain kartu atau berjudi, David Robinson, Tim Dunken Malik Ros dan Sean Elliot mengeluarkan laptop mereka di pesawat dan bermain Starcraft bersama. Lihat foto ini, mereka bahkan tidak peduli dengan piala juara mereka. Di akhir musim 2000, tim Dunken mengalami cedera lutut yang membuat dia tidak bisa bermain di babak playoffs. Jadi, kesempatan emas untuk menjadi back to back champion di tahun 2000 gagal diraih setelah mereka kalah di putaran pertama melawan Phoenixans. Dan setelah itu mereka tidak mendapatkan kesempatan masuk ke NBA Finals lagi karena di tahun 2001 dinasti Los Angeles Lakers yang baru akhirnya muncul dan di sinilah rivalitas mereka dimulai. Sebenarnya persaingan menjadi big man terbaik di NBA antara David Robinson dan Shakil O’il sudah terjadi sejak lama. Keduanya telah bersaing memperebutkan scoring title di tahun 1994. Di mana David Robinson merebut gelar itu setelah mencetak 71 poin di game terakhir dan membuat selisih rataan poinnya unggul 0,5 poin per game dari Shakil O’il. Dan seiring menuanya David Robinson, kini giliran tim Dunken yang meneruskan persaingan melawan monster berjudulkan Diesel itu. Keduanya memiliki sifat dan style bermain yang sangat-sangat berbeda. Shak sangat cepat, powerful, media darling sampai menjadi bintang film. Sedangkan Timy, dia bermain sangat tenang, simpel, dan efektif. Di luar lapangan dia juga tidak kelihatan seperti pemain NBA dengan gaya yang nyentrik. Dia hanya berpakaian seperti bapak-bapak pada umumnya. Jadi udah tahu kan kenapa tim Danken dan seisi pemain Spurs jarang sekali tersorot media dan terdengar membosankan. Duel sengit antara dua Bigman paling fenomenal di awal tahun 2000-an itu tampaknya menjadi berat sebelah. Di tahun 2001, Shack dan Lakers membantai Spurs dengan skor 4-0 dan menjadi NBA Champions lagi secara berturut. Di tahun 2002, tim Danken menjadi reguler season MVP untuk pertama kalinya. Tapi lagi-lagi meskipun Timy sudah mencetak 29 poin, 17 rebound dan 3 blok per game, Lakers masih terlalu kuat saat itu dan Spurs kalah lagi dalam 5 game. Di off season 2002, manajemen Spurs mulai lebih serius lagi dalam merekrut pemain untuk mempersiapkan duel ler Spurs di tahun 2003. Mereka merekrut small forward Stephen Jackson dan membawa pulang lagi Stevecker yang sebelumnya ditrade ke Portland Trail Blazers. Selain itu mereka juga memiliki dua talenta muda yang mulai berkembang. Point guard Prancis Tony Parker yang direkrut pada NBA draft 2001 sudah mendapatkan posisinya di starting line up. Selain itu, pemain rekrutan ke-57 di NBA Draft 1999 yang bernama Manujino Billy juga akhirnya datang ke NBA setelah menghabiskan 3 tahun bermain pro di Italia. Dengan itu, San Antonius Spurs akhirnya menemukan komposisi tim yang pas. Tahun 2003 mereka memenangkan 60 pertandingan di reguler season menjadi tim terkuat di Western Conference saat itu. Tim Dunken juga membawa pulang trofi MVP keduanya secara berturut dan Greg Popovic memenangkan trohy coach of the Year 2003. Di bawah playoffs, mereka juga akhirnya berhasil mengalahkan musuh bebuyutan mereka, Los Angeles Lakers dalam 6 game di Western Conference Semifinal. Performa luar biasa ini juga terus berlanjut sampai Western Conference Finals di mana mereka mengalahkan Dallas Maveric dalam 6 game. Dan di NBA Finals kedua mereka dalam 5 tahun mereka berhasil mengalahkan New Jersey Nets yang dipimpin oleh Jason Kid dalam 6 game dan membawa pulang trofi NBA Champions kedua mereka. Tim Danken juga lagi-lagi mendapatkan piala finals MVP keduanya setelah mencetak 24 poin, 17 rebound, 5 assist, dan 5 blok per game di final series itu. Dengan kekuatan para pemimpin muda yang baru, Timy, Tony, dan Manu, akhirnya David Robinson bisa pensiun dengan tenang setelah menjadi juara NBA dua kali. Namun, tidak seperti yang diekspektasikan, keluarnya David Robinson memiliki dampak yang besar bagi pertahanan Spurs. Kekosongan posisi ini membuat mereka kesulitan bersaing di musim 2004. Sedangkan Lakers mereka baru saja membentuk super tim baru. Dengan tambahan Carmelon dan Gary Payton bermain bersama Kobe dan Shek, Lakers menjadi tim yang paling ditakuti saat itu. Di babak playoff semifinal, Spurs yang sudah mengungguli Lakers 2-0, tiba-tiba permainan mereka sangat kacau dan dicebek 4 game berturut oleh Lakers melalui tembakan Dirk Fisher. Setelah kekalan itu tidak butuh waktu lama bagi Spurs untuk kembali ke jalur kemenangan mereka. Dan inilah yang hebat dari Spurs. Karena semua pemain mereka adalah role player, bahkan para pemimpin mereka juga role player. Jadi semua pemain Spurs bermain sesuai peran mereka masing-masing. Break Popovic mengatur serangan dan para pemain menjalankan tugas mereka tanpa meminta peran yang lebih besar seperti pemain bintang pada umumnya. Memasuki musim 2005, berkat tambahan pemain pengganti David Robinson dan Stephen Jackson, Spurs menyelesaikan musim tersebut dengan 59 kemenangan. Di babak playoffs mereka juga bahkan langsung melaju ke NBA final setelah mengalahkan Denver Nuggets, Seattle Superonic, dan Phoenix SS melawan sang juara bertahan Detroit Piston di finals ini mungkin menjadi pertandingan terberat Spur sampai hari ini. Game 1 dan 2 dikuasai Spur setelah Manu mencetak total 53 poin. Tapi game 3 dan 4, Detroit berhasil menyamakan posisi menjadi dua sama. Dan di game kelima, Robert Hory memenuhi perannya sebagai spesialis big shot moment dan membuat Spurs unggul 95-96. Meskipun di game keen Spurs kalah lagi, tapi mereka berhasil memenangkan pertandingan di game ketujuh dan membawa pulang trofi juara ketiga bagi franchise ini. Dan tim Duncen lagi-lagi menjadi finals MVP menjadi orang keempat yang memenangkan penghargaan ini tiga kali. Musim berikutnya, San Antonio Spurs bermain lebih hebat lagi. Mereka menyelesaikan musim dengan 63 kemenangan. Namun di babak playoffs mereka gagal di western semifinal setelah melawan Dasas Mafri sampai 7 game. Seperti biasanya enggak pakai lama-lama tahun berikutnya 2007 Spurs kembali mendominasi liga ini lagi. Berada di posisi tiga Western Conference membuat jalan mereka di playoffs lumayan mulus. Spurs kembali ke NBA Finals lagi setelah menyelesaikan Western Conference dengan rekor 12 kemenangan dan empat kekalahan. Dan dengan mudah mereka langsung menghabisi LeBron James di Cleveland dalam 4 game saja. Kali ini bukan Timy yang menjadi finals MVP, tapi sekarang giliran Tony Parker yang mendapatkannya setelah ia mencetak 24 poin, 5 rebound, dan 3 assist per game menjadi pemain Eropa pertama yang memenangkan penghargaan ini. Empat gelar NBA Champions dalam 8 tahun terakhir telah diraih oleh tim dari San Antonio ini. Dan sekarang masalahnya adalah berapa lama lagi mereka bisa bersaing karena mereka sudah makin tua. Hampir semua pemain kunci Spurs telah memasuki usia 30 tahun ke atas. Tim Dunken, Manu, Michael Finley, dan masih banyak lagi. Memang secara tim mereka bermain sangat bagus. Setiap musim Spurs selalu memenangkan 50 pertandingan lebih. Bahkan di tahun 2011 mereka memenangkan 61 pertandingan di reguler season. Tapi selama 4 tahun terakhir itu mereka tidak pernah berhasil masuk ke NBA Finals lagi dan sempat kalah di putaran pertama melawan Memphis Grizl yang merupakan tim peringkat ke-elapan. Di rentang tahun itu juga GM Spurs RC Buford melakukan perombakan tim untuk pergantian era yang akan datang. Dia merekrut Thaago Splitter pada NBA draft 2007, free agent Danny Green, dan Gary Neil di tahun 2010. Coach Pop juga memberikan banyak menit bermain untuk para pemain muda agar mereka bisa terbiasa dan membentuk chemistry dalam pertandingan. Di NBA draft 2011, Spurs juga mendapatkan kew Leonard setelah mereka menukarnya dengan George Hill. Lalu di tahun 2012 mereka merekrut pemain veteran Boris Dial dan pemain muda Patty Mills. Dengan ini Spur sudah terisi dengan para pemain muda barunya. Mereka juga mengubah gaya permainannya yang sebelumnya slowpace menjadi fast pace. Di tahun 2012 di mana NBA hanya bermain total 66 pertandingan saja, Spurs lagi-lagi menjadi nomor satu di Western Conference setelah memenangkan 50 pertandingan. Di babak playoffs, Spurs juga akhirnya berhasil kembali ke Western Conference Finals sebelum dihabisi oleh OK Thunder dengan skor 4-2. 1 tahun kemudian 2013, Spurs kembali lebih kuat lagi. Performa para pemain muda mereka telah meningkat. Menghabisi Western Conference dengan rekor 12-2 dan akhirnya sampai ke NBA Finals lagi melawan LeBron James. Pertandingan sangat sengit. Balas-balasan kemenangan terjadi setiap game sampai di game keenam yang seharusnya menjadi game Elx Spurs direbut oleh Miami melalui tembakan legendaris dari R Allen ini. Dan di game 7, Miami Hit berhasil menaklukkan Spurs dan membawa trofi back to back champion-nya. Setelah kekalan itu, Greg Pawovic dikritik karena keputusannya mengeluarkan tim Danken di titik-titik akhir game 6 yang membuat Chris Boss mendapatkan rebound. Tapi kritik-kritik itu langsung dibungkam dengan performa 62 kemenangan dari Spurs di tahun 2014. dan Coach Pop menjadi coach of the Year untuk ketiga kalinya. San Antonius Spurs 2014 juga disebut-sebut permainan basket tercantik dalam sejarah. Permainan basket tanpa ego yang membuat semua pemain memiliki peran di dalam lapangan dan tidak ada pemain dominan di dalamnya. Di tahun itu juga ke Leonard yang memasuki tahun ketiganya menjadi pemain dua arah yang sangat-sangat hebat terutama kemampuan defens-nya. Kembali ke NBA Finals melawan LeBron James lagi. Kali ini Spurs yang menguasai permainan. Dengan kemampuan bertahan dari K Leonard LeBron James tidak berkutik sama sekali. Akhirnya Spurs berhasil menyelesaikan pertandingan final itu dalam 5 game dan menjadi NBA Champions untuk kelima kalinya dalam 16 tahun terakhir. Kew Leonard juga dinobatkan sebagai finals MVP setelah mencetak 18 poin 6 rebound 1,6 steel dan 1,2 blok per game. Sejak saat itu, San Antonius Spurs masih belum kembali ke NB finals lagi sampai hari ini. Tim Dunken akhirnya pensiun di tahun 2016 setelah 19 tahun bermain bersama Spurs. 2 tahun setelahnya, Manuji Nobili juga memutuskan pensiun. Sedangkan Tony Parker bermain satu musim lagi untuk Charlotte Hornet sebelum ia pensiun di tahun 2019. Dinasti Spurs ini juga akhirnya berakhir setelah cedera ke Wonard di tahun 2017 dan ia diade ke Toronto Raptors di tahun 2018. Apakah San Antonius Spurs bisa kembali ke masa kejayaannya dalam beberapa tahun ke depan? Tulis di kolom komentar. Jangan lupa like dan subscribe untuk video yang lebih menarik. Yeah.
Sejak tahun 1998 hingga 2019, San Antonio Spurs tidak pernah gagal masuk ke babak playoffs, mereka selalu menjadi Championship Contender terberat di Western Conference.
Tapi selama rentang tahun itu, mereka hanya mendapatkan 5 gelar NBA Champions yang membuat orang menjadi ragu, apakah San Antonio Spurs layak disebut DINASTI?
Jangan lupa Like dan Subscribe untuk video yang lebih menarik!
—
FOLLOW:
Tiktok: https://www.tiktok.com/@rim4talk
—
Brand Deals and Endorsement:
Email: rim4talk@gmail.com
Whatsapp: (+62) 81358162703 (Ben)
24 Comments
Spurs 2014 keren banget sih cepet banget 🎉
Semua karena jasa tim duncan
Kalo ya..kalo..kalo anda fans san antonio..kalian dipanggil om atau pak😂
The fundamental tim duncan👍🏿
Wah star craft salah1 game favorit gw
Yok bisa yok Spurs, Love Spurs
Spurs tim pertama kalinya bkin jatuh cinta, dan beruntung gw pernah nonton secara lsngsung di era duncan parker manu. Sampai skrg jersey mereka masih tersimpan baik dilemari kaca gw
Bang coba sekali² bahas Dinasti Lakers dong dari era kobe-shaq awal mula hingga berakhirnya Dinasti tersebut Terima kasih
Tumbuh besar Era Kobie 🤝 Duncan
Indahnya masa kecil ❤🥺
Tony Parker & Manu Ginobili adalah Bintang yg gak sering disorot sperti Duncan+Robinson Tp "Berbahaya", mantuul Spurs! 🔥
12:16 Kawhi Leonard di 2014 menjadi MVP NBA Finals termuda kedua setelah Magic Johnson di tahun 1980 dan 1982
0:40 tatum in the 60s is crazy😂
Fakta menarik semua asisten pelatih Gregg Popovich yang udh jadi pelatih Kebanyakan sukses contoh
Mike Brown yang berhasil bawa Sacramento Kings masuk playoff pas 2023,
Mike Budenholzer yang udh jadi asisten pelatih spurs pas tahun 96 sukses bawa Bucks juara 2021, Ime Udoka yang sukses bawa Houston Rockets masuk playoff 2025 walau harus kalah sama warriors pas ronde pertama, dan Becky Hammon yang jadi pelatih Las Vegas Aces di WNBA berhasil bawa timnya juara dua kali beruntun pas 2022 dan 2023
Sebenarnya masih banyak juga mantan asisten gregg Popovich yang sukses cuma kebanyakan jadi ambil beberapa aja kalo mau nambahin silahkan
go spurs go …..peganti gregg akan lebih dahsyat
My team❤
Permainan spurs jaman primenya enk banget diliat kyk tiki taka
Kelahiran diatas 2000 gak bakal tau kecantikan tactical gameplay dr spurs yg dipegang sama Gregg Popovich dan primenya ada parker ginobili duncan dan kawhi leonard , permainannya gak ada yg maruk semua serba rapi pass pass pass tau2nya udh scoring..
Sheshh
Curryy bang
Curryy bang
halo
Bang bahas Jason Williams
bang coba bahas perjalanan tatum dan kenapa bisa di hujat
Minnn bahas ja morant dong, rookie yang hilang arahh